Jumat, 29 Juli 2011

CERKAK

JAKA BUDHUG

Prabu Brawijaya, raja Majapahit, kagungan putra selisih Raden Harya Bangsal kang ngganteng. Sang Prabu Ndawuhi sowan putrane. “Bangsal, kayane saiki wis wektune kowe karma, piye? Apa wis ana ancang-ancang?” ngendikane Sang Prabu. “Nyuwun duka, Rama. Ing manah dereng wonten krenteg”. “Lho, kok ngono, anakku?”. “Kulo taksih kepengin necep ngelmu. Langkung-langkung ingkang wonten njawi rangkah, inggih punika wonten ing sabrang.”
            Sang prabu banger dukane. Panjenengane ora nayogyani bab iku. Kudu nindakake dhawuhe raja yaiku karma. Wusanane Bangsal mlayu saka kraton. Tekade wis kepleng ninggal kraton. Bengi iku kawitan njajah panggonan sing during tau diambah.
Saking ora kerumate awake marga mung niyate ninggal kraton, awake dadi gudhigen lan gandane ora enak, amis. Mula, banjur katelah jenenge Jaka Budhug.
Lakune sangsaya adoh nganti tekan desa Dhadapan. Ing desa iku ana Mbok Randha. Gandheng mesakke, Jaka Budhug dijak manggon ing gubuge Mbok Randha.
Nalika Jaka Budhug kepengin ngombe banyu klapa, Jaka Budhug nembung Mbok Randha. Mbok Randha ngentukake. Erame Mbok Randha, Jaka Budhug ora menek, nanging mung ngranggeh papah godhonge. Sawise iku godhong-godhonge dibuwang, sing dipurih mung blukange. Blukang iku dienggo teken sing dijenengake Luh Gadhing. Blungkang iku kaya wesi kuwate.
Pijuju Raja Puhan nganakake sayembara. Sapa sing nyigar watu sing ngalang-ngalangi bendungan ing kali Sawur bakal dijodohake karo putrid Nawang Wulan.
Mbok Randha mangkat ngajak Joko Budhug. Nanging tekan ing panggonan Jaka Budhug padha diina amarga awake kuru, kebak gudhig, kaya wong lara budhugen. Tanpa keyana watu iku disabet nganggo blukang, pecah sanalika. Dumadakan banyu mili, binarung surake wong-wong.
Bengine Raja Puhan ora kepenak penggalihe. Nawang Wulan rak ora memper entuk jodho bocah kaya ngono. Esuke Raja Puhan nimbali Patih, “Patih, apa kowe ngerti apa sing lagi dakpenggali?”
Patih ora semaur, dhewekke mung manthuk. “Jaka Budhug sing awake gudhigen kae kudhu diresiki. Nganti babar pisan ora kethok gudhige,” ngindikane Raja Puhan.
Patih budhal ngajak Jaka Budhug, nanging patih tumindak nyleneh. Jaka Budhug dipredaya. Sang Prabu kaget, nanging seneng. Wusanane dianaakke upacara gedhen. Mung erame, nalika mayite Jaka Budhug dilebokake luwang, mayite saya dawa. Ora let suwe ana swara ing awing-awang, yen Nawang Wulan pancen jodhone.
Kanthi sedhih penggalihe Raja Puhan, Nawang Wulan diprejaya, mayite dikubur bareng Jaka Budhug. Sang Prabu dhawuh mindhah kuburan ing tlatah sing dhuwur amrih ora kebanjiran.

Minggu, 26 Juni 2011

Kesyirikan dalam Sumpah Pramuka “Tri Satya”


“Tri Satya, demi kehormatanku aku berjanji…”
Demikianlah kata-kata yang sering kita dengar dari Pramuka. Dalam kalimat di atas terdapat ucapan sumpah dengan selain Allah yaitu bersumpah dengan ‘kehormatan’.
Apakah ini dibolehkan? Berikut ini jawabannya,
عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ قَالَ سَمِعَ ابْنُ عُمَرَ رَجُلاً يَحْلِفُ لاَ وَالْكَعْبَةِ فَقَالَ لَهُ ابْنُ عُمَرَ إِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرَكَ ».
Dari Sa’ad bin Ubadah, suatu ketika Ibnu Umar mendengar seorang yang bersumpah dengan mengatakan ‘Tidak, demi Ka’bah’ maka Ibnu Umar berkata kepada orang tersebut, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang bersumpah dengan selain Allah maka dia telah melakukan kesyirikan” (HR Abu Daud no 3251, dinilai shahih oleh al Albani).
Bersumpah dengan Allah adalah bentuk mengagungkan Allah. Oleh karenanya, bersumpah dengan selain Allah dinilai sebagai bentuk tindakan lancang kepada Allah dan melecehkan kesempurnaan dan keagungan Allah. Karena seorang insan jika ingin menegakan bahwa dirinya benar dalam perkataannya atau berupaya membersihkan diri dari tuduhan yang dialamatkan kepadanya maka dia akan bersumpah dengan sesuatu yang paling agung dalam hatinya. Adakah di alam semesta ini suatu yang lebih agung dibandingkan dengan Allah. Oleh karena itu, bersumpah dengan selain Allah tergolong kesyirikan.
Hukum bersumpah dengan selain Allah adalah haram menurut mayoritas ulama.Ibnu Taimiyyah berkata, “Bersumpah dengan makhluk hukumnya haram menurut mayoritas ulama. Inilah pendapat Abu Hanifah dan merupakan salah pendapat dari dua pendapat yang ada dalam mazhab Syafii dan Ahmad. Bahkan ada yang menyatakan bahwa para shahabat telah bersepakat dalam hal ini.
Ada juga yang berpendapat bahwa sumpah dengan selain Allah itu makruh. Namun pendapat pertama jelas pendapat yang lebih benar sampai-sampai tiga shahabat nabi yaitu Abdullah bin Mas’ud, Abdullah bin Abbas dan Abdullah bin Umar berkata, ‘Sungguh jika aku bersumpah dengan nama Allah dalam keadaan aku berbohong itu lebih aku sukai dibandingkan jika aku bersumpah dengan selain Allah dalam kondisi benar” (Majmu Fatawa 1/204).
Dalam kesempatan yang lain, beliau berkata, “Menurut pendapat yang benar dan itu merupakan pendapat mayoritas ulama baik dari generasi salaf maupun khalaf adalah tidak boleh bersumpah dengan makhluk baik nabi atau bukan nabi, malaikat, seorang raja ataupun seorang ulama. Terlarangnya hal ini adalah larangan haram menurut mayoritas ulama sebagaimana pendapat Abu Hanifah dan yang lainnya. Hal tersebut merupakan salah satu dari dua pendapat dalam mazhab Ahmad” (Majmu Fatawa 27/349).
Tentang rahasia di balik larangan ini, Syaukani mengatakan, “Para ulama mengatakan bahwa rahasia di balik larangan bersumpah dengan selain Allah adalah karena bersumpah dengan sesuatu itu menunjukkan pengagungan dengan suatu yang disebutkan. Padahal keagungan yang hakiki adalah hanya milik Allah. Oleh karena itu tidak boleh bersumpah kecuali dengan Allah, zat dan sifatNya. Ini merupakan kesepakatan semua ahli fikih” (Nailul Author 10/160).
Jadi bersumpah dengan selain Allah adalah syirik besar yang mengeluarkan dari Islam jika diiringi keyakinan bahwa makhluk yang disebutkan dalam sumpah tersebut sederajat dengan Allah dalam pengagungan dan dalam keagungan. Jika tidak ada unsur ini maka hukumnya adalah syirik kecil.
عَنِ ابْنِ عُمَرَ – رضى الله عنهما أَنَّهُ أَدْرَكَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ فِى رَكْبٍ وَهْوَ يَحْلِفُ بِأَبِيهِ ، فَنَادَاهُمْ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « أَلاَ إِنَّ اللَّهَ يَنْهَاكُمْ أَنْ تَحْلِفُوا بِآبَائِكُمْ ، فَمَنْ كَانَ حَالِفًا فَلْيَحْلِفْ بِاللَّهِ ، وَإِلاَّ فَلْيَصْمُتْ »
Dari Ibnu Umar, sesungguhnya beliau menjumpai Umar bin al Khattab bersama suatu rombongan. Saat itu Umar bersumpah dengan menyebut nama bapaknya. Nabipun lantas memanggil rombongan tersebut lalu bersabda, “Ingatlah sesungguhnya Allah melarang kalian untuk bersumpah dengan menyebut nama bapak-bapak kalian. Siapa yang hendak bersumpah maka hendaknya bersumpah dengan Allah atau jika tidak diam saja” (HR Bukhari no 5757).
عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ حَلَفَ بِالأَمَانَةِ فَلَيْسَ مِنَّا ».
Dari Ibnu Buraidah dari Buraidah, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang bersumpah dengan amanah maka dia bukanlah umatku” (HR Abu Daud no 3253, dinilai shahih oleh al Albani).
Oleh karena itu tidak diperkenankan untuk bersumpah dengan Ka’bah, amanah, kehormatan, pertolongan, barokah fulan, kehidupan fulan, kedudukan nabi, kedudukan wali, bapak, ibu dan tidak pula dengan kepala anak. Ini semua hukumnya haram. Barang siapa yang terjerumus ke dalamnya maka kaffarah/tebusannya adalah dengan mengucapkan laa ilaha illallah sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang shahih.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَنْ حَلَفَ فَقَالَ فِى حَلِفِهِ وَاللاَّتِ وَالْعُزَّى . فَلْيَقُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ . وَمَنْ قَالَ لِصَاحِبِهِ تَعَالَ أُقَامِرْكَ . فَلْيَتَصَدَّقْ »
Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang bersumpah lalu berkata dalam sumpahnya ‘demi Latta dan Uzza’ maka hendaknya mengucapkan laa ilaha illallah. Barang siapa yang berkata kepada kawannya ‘mari kita bertaruh’ maka hendaknya dia bersedekah” (HR Bukhari no 4579) [Muharramat Istahana biha anNas hal 21, maktabah al Khudairi].
Di sisi lain, dalam al Qur’an Allah sering bersumpah dengan menyebut makhlukNya semisal mengatakan, ‘Demi matahari dan terangnya’ atau ‘Demi malam jika telah gelap’ atau kalimat yang semisal.
Ada dua jawaban untuk mendudukkan masalah ini dengan benar. Pertama, ini adalah perbuatan Allah dan Allah tidak boleh ditanya tentang yang Dia lakukan. Dia berhak untuk bersumpah dengan makhluk apa saja yang Dia kehendaki. Dialah yang akan menanyai makhlukNya bukan malah ditanya. Dialah yang menghukumi bukan yang dihukumi.
Kedua, Allah bersumpah dengan makhluk-makhluk ini menunjukkan keagungan dan kesempurnaan kuasa dan hikmah Allah. Jadi jika Allah bersumpah dengan ini semua, maka ini menunjukkan pengagungan terhadap makhluk-makhluk tersebut. Sehingga secara tidak langsung menunjukkan sanjungan terhadap Allah. Sedangkan kita tidak diperkenankan untuk bersumpah dengan selain Allah karena kita dilarang untuk melakukan hal tersebut (al Qoul al Mufid 2/325-326).



Sumber :  http://bas-life.blogspot.com/2011/06/kesyirikan-dalam-sumpah-pramuka-tri.html

Jumat, 17 Juni 2011

Makna Di Balik Film 3 Idiots


1. "Seberapa besarpun masalah, yakinkan hatimu bahwa semua pasti baik baik saja, dgn begitu hatimu bisa tenang"

2. "Insinyur itu org org pintar, tapi mereka blm bisa menemukan alat utk mengukur tekanan mental"

3. "Tidak ada yang tahu bagaimana masa depan kita"

4. "Hidup ini seperti perlombaan, kalau kalian tidak cepat, kalian akan kalah"

5. "Hati kita itu mudah takut. yg pnting bgaimna cara kita meyakinkan hati kita jika smua itu psti akan baik-baik saja"


6. "Give me some sunshine. Give me some rain. Give me another chance. I wanna grow up once again"

7. "Ini universitas. Bukan panci masak bertekanan tinggi yang hanya membuat pikiran org tertekan."

8. "Jgn belajar utk menjadi kaya saja. Tapi belajarlah menjadi ahli"

9. "Untuk apa mempublikasikan kelemahan orang didepan umum"

10. "Tingkatan hanya menciptakan perpecahan"

11. "Melihat teman kita tdk lulus itu sgt menyedihkan. Tapi lebih menyedihkan jika dia jadi yg terbaik."

12. "Kau yg memulainya, tapi kau juga yg harus mengakhirinya"

13. "Jgn mengejar kesukseskan. Jadilah insinyur hebat, dan kesuksesan akan menghampirimu. "
14. "Itulah akibatnya bila menghafal tanpa memahami. Kau akan menghabiskan 4tahun utk belajar, & 40tahun utk menyesali"

15. "Buat yang menjadi hobimu, menjadi pekerjaanmu, dengan begitu kau akan bekerja seperti bermain."

Minggu, 08 Mei 2011

PROPOSAL

PROPOSAL KEGIATAN PENTAS SENI
DALAM RANGKA

ULANG TAHUN SMA NEGERI 1 SRAGEN YANG KE-51





PANITIA PENYELENGGARAAN HUT KE-51
ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH
(OSIS)
SMA NEGERI 1 SRAGEN

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SRAGEN
RINTISAN SMA BERTARAF INTERNASIONAL
SMA Negeri 1 SRAGEN
TAHUN PELAJARAN 2010 / 2011



A.      NAMA KEGIATAN
Kegiatan yang akan dilaksanakan ini bernama “PENTAS SENI DALAM RANGKA ULANG TAHUN SMA NEGERI 1 SRAGEN YANG KE-51”


B.       DASAR KEGIATAN
Dasar penyelenggaraan PENSI SMA Negeri 1 Sragen Tahun Pelajaraan 2011/2012 adalah :
1.    Progam Kerja OSIS SMA Negeri 1 Sragen masa bakti 2011/2012.
2.    Rapat OSIS SMA Negeri 1 Sragen tanggal 20 September 2011.
3.    Agenda OSIS SMA N 1 Sragen Tahun Pelajaran 2011/2012



C.       TUJUAN KEGIATAN
1.         Untuk meningkatkan rasa kecitaan terhadap kesenian Indonesia.
2.         Menyalurkan bakat dan minat terhadap kesenian.
3.         Memeriahkan HUT SMA Negri 1 Sragen Ke-51
4.         Mengisi libur tengah semester tahun ajaran 2011/2012.
5.    Mempererat tali persaudaraan antar siswa SMA Negeri 1 Sragen.
6.         Sebagai bentuk komunikasi yang efektif untuk proses pengembangan potensi secara kreatif dan inovatif.
7.         Membawa pelajar ke dalam dunia kreatifitasnya khusunya dalam bidang kesenian.

D.      WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN
Hari dan Tanggal      :      Minggu, 25 September 2011.
Waktu                       :      07.00 WIB – Selesai.
Tempat                     :       Area SMA Negeri 1 Sragen.


E.       PESERTA
1.         Semua siswa SMA Negeri 1 SRAGEN
2.         Guru dan Karyawan SMA Negeri 1 SRAGEN
3.         Kepala SMA Negeri 1 Sragen
4.         Tamu Undangan
5.         Penonton dari luar SMA Negeri 1 Sragen


F.        BIAYA
Pengeluaran :       
-    Konsumsi                                Rp   10.000.000,-
-    Panggung                                Rp   15.000.000,-
-    1 Set Sound System                Rp   10.000.000,-
-    Bintang Tamu                          Rp   20.000.000,-
-    Tenda                                      Rp     5.000.000,-
-    Dokumentasi                           Rp     2.000.000,-
-    Spanduk dan pamflet              Rp     5.000.000,-
-    Lain – lain                               Rp     3.000.000,-
TOTAL                                        Rp   70.000.000,-

                                        
G.      SUMBER BIAYA
Pemasukan  :
-    Uang kas                                             Rp   10.000.000,-
-    Iuran siswa 25.000 x 800 siswa          Rp   20.000.000,-
-    Anggaran sekolah                                Rp   10.000.000,-
-    Sponsor                                               Rp   25.000.000,-
-    Penjualan Tiket                                    Rp     5.000.000,-
TOTAL                                                    Rp   70.000.000,-


H.      PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan ini akan dilaksanakan oleh PANITIA PENYELENGGARAAN HUT SMA Negeri 1 Sragen Ke-51 yang telah ditunjuk oleh OSIS SMA Negeri 1 SRAGEN sebagai Tim Pelaksana serta bekerja sama dengan sponsor dan seluruh siswa SMA Negeri 1 Sragen.

SUSUNAN PANITIA

Penanggung Jawab     :    Drs. Sukirno, M.si
Pembina                      :    Drs. Supriyanto
Ketua OSIS                :    Yusuf Cahya Mahardika
Ketua Pelaksana         :    1. Hamdan Abdullah Putra Utama
                                        2. Yola Asis Herawati

Sekretaris                    :    1. Rizky Puspa Dewi
                                        2. Ningrum Dwi Astutik

Bendahara                  :    1. Indyra Ihnu Brilliant
                                        2. Rahman Syah Ardhi Setiawan
                       
Seksi Acara                 :     1. Alvioneda Rennar Putri
                                         2. Sari Trisnaningsih

Seksi Konsumsi          :     1. Annisa Aulia Savitri
                                         2. Saiful Afandi Wahyu Wibisono

Seksi Perlengkapan     :     1. Diyah Utami Kusumaning Putri
                                         2. Buana Putra Rimba Giri

Seksi Dekorasi dan     :     1. Khoirunnisa Afifah
Dokumentasi                    2. Wisnu Danur Wendo
                 
Seksi Humas               :     1. Rizky Bimantoro
                                         2. Marbelisa Briliani

Seksi Keamanan         :     1. Dimas Ristya Ginanjar Putra
                                         2. Yudik Amaliyasari

Seksi PPPK                :     1. Puji Wahyuni
                                         2. Wulan Mardhika Putri

Pembantu umun          :     1. Intan Khairana
                                         2. Juwanita Dewi Rahmawati


I.         PENUTUP
Demikian proposal kegiatan ini kami buat agar menjadi dasar pertimbangan dalam menyetujui dan mundukung kegiatan ini. Proposal ini masih jauh dari sempurna, maka kritik dan saran serta masukan yang dapat membantu menyempurnakan pelaksanaan kegiatan sangat kami harapkan. Atas kesalahan dan kekurangan kami, kami mohon maaf.

                                                                 Sragen, 20 September 2011

       Ketua Sekretaris



Hamdan Abdullah Putra Utama                             Rizky Puspa Dewi
               NIS. 14613                                                         NIS. 14623
                       
     Pembina OSIS                                                           Ketua OSIS                                                   

     Drs. Supriyanto                                             Yusuf Cahya Mahardika
NIP. 19611001 198903 1 010                                          NIS. 14599

                                                    Mengetahui,     
                                      Kepala SMA Negeri 1 Sragen



                                              Drs. Sukirno, M.Si
                                      NIP. 19510711 198203 1 004

Sabtu, 07 Mei 2011

KHUTBAH “TERTAWA DAN MENANGIS”

Bismillaahir rahmaanir rahiimi
            Aassalaamu 'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
innalhamdulillaah, nahmaduhuu
wa nasta'iinuhuu wa nastaghfiruhu
wa na'uudzubillaahi min syuruuri 'anfusinaa
wa min syayyi-aati a'maalinaa
man yahdillaahu falaa mudhillalahu
wa man yudhlilhu falaa haadiyalahu
            asyhadu anlaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalaahu
            wa asyhadu annaa muhammadan 'abduhuu wa rasuuluhuu
allaahumma shalli 'alaa syayyidinaa muhammadin
wa 'alaa aalihii wa shahbihii 'ajma'iin
            fa-uushiikum wa nafsii bit taquullaah
            qaalallaahu ta'aala fiil qur'aanil kariim
            a'uudzubillaahi minasy syaithoonir rajiim
            yaa ayyuhal ladziina 'aamanuu
            ittaquullaaha haqqaa tuqaatihi
            wa laa tamuutunnaa illaa wa antum muslimuun
            wa qaalallahu ta'aalaa fil qur'aanil karim
            audzubillaahimina sy syaitoon nirrojiim ...


Hari ini saya akan sedikit membahas antara . . .
“TERTAWA DAN MENANGIS”.

ALLOH SWT berfirman dalam QS At Taubah ayat 82,


 falyadhakuu qaliilan walyabkuu katsiiran jazaa-an bimaa kaanuu yaksibuuna, yang artinya :
Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.” (QS At Taubah(9):82).
            Tertawa dan menangis adalah 2 kebutuhan dasar manusia yg dibawa sejak lahir. Kebutuhan – kebutuhan ini akan senantiasa menyertai manusia hingga ajal menjemput. Tertawa dikenal sebagai ekspresi kegembiraan sementara menangis adalah ekspresi kesedihan. Manusia dilarang untuk menangis dan tertawa sesukanya. Ada batasan - batasan yang mesti dipatuhi untuk mengekspresikan hal tersebut. Seperti yg disebut di ayat di atas, ALLOH SWT memerintahkan manusia utk memperbanyak tangis dan mengurangi tertawa.
            Islam menempatkan Rasululloh SAW sebagai contoh. Dalam kehidupan beliau, tidak pernah beliau tertawa berlebihan, apalagi terbahak-bahak. Rasululloh SAW lebih banyak mengisi hidupnya dengan senyum. Meski demikian, beliau tetap mempunyai rasa humor. Berlebihan, entah itu tertawa ataupun menangis, tidaklah baik.
            ALLOH SWT berfirman dalam QS Al A’raf ayat 31,

 
 yaa banii aadama khudzuu ziinatakum 'inda kulli masjidin wakuluu waisyrabuu walaa tusrifuu innahu laayuhibbu almusrifiina.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Al A’raf(7):31).
           
            Mengekspresikan tawa atau kegembiraan secara berlebihan bisa menumpulkan daya pikir dan mematikan hati. Siapapun akan mengidap penyakit2 ini bila gemar mengeksploitasi hati. Banyak contoh di tengah kehidupan kita. Orang2 yg gemar bersenang-senang umumnya tidak suka berpikir, hati mereka menjadi rusak, dan suka bermalas-malasan.
            Menangis tidak hanya mengekspresikan kesedihan. Terkadang menangis juga digunakan sebagai ekspresi kegembiraan hati, seperti seseorang yang menangis ketika bertemu orang yg sangat ia kasihi karena telah berpisah sekian lama.
            Perbanyak tangis terutama jika berhubungan dengan taubat, kesalahan, dan dosa. Bagi seorang muslim yg taat, menangis karena takut kepada ALLOH SWT adalah hal yg lumrah (dan BISA) dia lakukan. Umar bin Khatab adalah salah satu contohnya.
Orang yg banyak tertawa (mengekspresikan kegembiraan) akan cenderung lupa dengan kesalahan2nya. Dan mustahil dia akan bisa menangis, terlebih menangis utk menyesali dosa, kesalahan2 yg dia lakukan. Sebaliknya, orang yg banyak menangis biasanya orang2 yg suka merenung akan hakikat penciptaan atas dirinya.
            Dalam hadits Rasululloh SAW disebut, salah satu golongan yg akan dinaungi/mendapat perlindungan dari ALLOH SWT adalah golongan orang yg selalu berzikir di keheningan malam sedang kedua matanya basah, menangis karena takut kepada ALLOH SWT.
Dalam hadits lain disebut,”Mata yg tidak akan disentuh api neraka adalah mata yg selalu menangis karena takut kepada ALLOH SWT.
            Maka dari itu teman – temanku semua, jangan lah suka tertawa atau pun menangis secara berlebihan karena Allah SWT tidak suka dengan semua hal yang berlebihan. Tertawa dan menangislah sesuai dengan batasan – batasannya.
Sekian dari saya dan semoga bermanfaat.
barakallahu lii wa lakum fill qur'aanil azhiim
wa nafa'nii wa iyyakum bima fiihimaa minal aayaati wa dzikril hakiim
wa nafa'anaa bi hadii sayyidal mursaliin
wa biqawlihiil qawiim aquulu qawli haadza
wa astaghfirullaahal 'azhiim lii wa lakum
wa lii syaa-iril mu'miniina wal mu'minaat
wal muslimiina wal muslimaat min kulli dzanbii
fastaghfiruuhuu innahuu huwas samii'ul 'aliim
wa innahuu huwal ghafuurur rahiim

Wass Wr Wb.